• News

  • Opini

Soal KAMI, Ada Pepatah Hidup dengan Pedang Akan Mati dengan Pedang

Birgaldo Sinaga
Foto: Istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Suatu hari di akhir tahun 2015, saya bersama seorang teman bertemu dengan Ketua FKPPI Batam Anton Permana.

Cukup lama kami ngobrol. Kebetulan saya adalah pengurus di FKPPI Provinsi Kepri sebagai wakil ketua.

Dalam obrolan itu, Anton menurut saya cukup supel dan hangat.

Tapi berbeda halnya di dunia media sosial. Saya membaca postingannya sampai tarik nafas panjang.

Isinya kebanyakan hujatan. Rasis. Penuh kebencian.

Sifat Anton sangat berbeda dengan darah anak prajurit yang digembleng orang tuanya untuk menghargai keberagaman, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.

Anton yang pernah mencalonkan sebagai Walikota  Payakumbuh, Sumbar ini sering beradu pendapat dengan saya di media sosial. Saya tidak mengerti mengapa ia bisa punya pikiran ekstrim membenci Jokowi dan kelompok minoritas.

Ia pernah menulis tulisan yang sangat viral. Judulnya  'Bubarkan BPIP, Waspada Penyebaran Pancasila Cita Rasa Komunis'.

Di Batam, Anton menjadi motor penggerak isu-isu pembubaran PKI.  Entah apa yang mau dibubarin. Tapi jelas arahnya adalah framing bahwa Jokowi melindungi PKI.

Beberapa hari lalu, saya dapat kabar, Anton Permana diciduk polisi. Anton diciduk karena menyebarkan hasutan kebencian dan permusuhan. Anton adalah salah satu orang deklarator KAMI.

Saya tidak begitu terkejut orang ini ditangkap polisi. Hatinya yang sudah dipenuhi kebencian sejak lama  akhirnya membawanya ke jeruji besi.

Seperti kata bijak. Orang yang hidupnya dengan pedang, akan mati dengan pedang.

Begitulah, orang yang hidupnya penuh kebencian, akan ditelan kebencian itu sendiri.

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto