• News

  • Peristiwa

Viral Guru Agama Rasis di SMAN 58, Ade Armando: Peringatan Serius, Tak Hanya di Sana

Ade Armando
Foto: Istimewa
Ade Armando

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Percakapan seseorang bernama Tini Suharyati (56) dalam grup WhatsApp ‘Rohis 58’ mendadak viral di media sosial. Pasalnya percakapan berbau rasis itu diduga dilakukan oleh seorang guru.

Pegiat media sosial sekaligus dosen Universitas Indonesia, Ade Armando, Selasa (27/10/20) menanggapi katanya: "Rasisme yang terjadi di SMAN 58 Ciracas adalah peringatan serius."

"Dan yang lebih penting, penyebaran kebencian oleh guru semacam ini tidak terjadi hanya di sana. Penyebaran kebencian atas dasar agama terjadi di banyak sekolah, dilakukan oleh banyak guru. Harus ada langkah pemerintah yang serius, terencana dan berkelanjutan untuk mengatasinya," imbuhnya.

Selain membuat cuitan, Ade Armando juga mengunggah tautan video channelnya yang berjudul "Menolak Rasisme di SMAN 58".

Sebelumnya dilansir Tribunnews.com, Tini yang diduga merupakan guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ini meminta agar anggota grup ‘Rohis 58’ tidak memilih calon Ketua Osis yang beragama non muslim.

“Assalamualaikum…hati2 memilih ketua OSIS Paslon 1 dan 2 Calon non Islam…jd ttp walau bagaimana kita mayoritas hrs punya ketua yg se Aqidah dgn kita,” tulis Tini

“Mohon doa dan dukungannya utk Paslon 3, Mohon doa dan dukungannya utk Paslon 3, Awas Rohis jgn ada yg jd pengkhianat ya,” ucap Tini dalam grup tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur Gunas Mahdianto membenarkan hal tersebut dan yang bersangkutan juga telah diperiksa.

“Sudah diberikan pembinaan oleh kepala sekolah. Gurunya juga di BAP, sudah dilaporkan ke dinas juga itu,” kata Gunas, Senin (26/10/2020).

Gunas mengaku belum mengetahui apa alasan yang bersangkutan hingga akhirnya menuliskan hal tersebut di dalam grup WhatApp dan akhirnya mendadak viral di media sosial.

“Itu sih kurang tahu, itu WA pribadi masalahnya. Iya (mungkin keinginan pribadi aja),” ujarnya.

Gunas menambahkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang berhak memberikan sanksi.

Namun belum dipastikan apakah Tini saat ini masih aktif mengajar atau tidak.

“Kalau tentang itu saya belum konsultasi dengan kepala sekolah,” kata Gunas.

Editor : Taat Ujianto