Netral English Netral Mandarin
04:22wib
Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas umum di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran sempat dijadikan sebagai Posko Komando Taktis alias Pos Kotis. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
Berbahaya! Label Teroris Dianggap Cap bagi Orang Papua, DS Ungkap Pemuda Papua Dibodohi Veronica Koman

Selasa, 04-Mei-2021 09:10

Kolase Veronica Koman dan Denny Siregar
Foto : Kolase Netralnews
Kolase Veronica Koman dan Denny Siregar
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar mengkritik keras pandangan salah tentang sebutan “teroris” bagi OPM dan KKB yang disalah artikan oleh banyak pemuda Papua seolah RI memusuhi agama maupun ras Papua. 

Sama seperti sebutan teroris JAD bukan ditujukan kepada agama. 

“Label teroris buat anggota JAD itu bukan representasi suku tertentu. JAD adalah organisasi teroris. Catat, organisasinya yang teroris..,” kata Denny Siregar, Selasa 4 Mei 2021.

“Label teroris kepada KKB Papua bukan representasi orang Papua. Itu organisasinya yg dilabeli. Jangan mau dibodohi  @VeronicaKoman dkknya..,” imbh Denny.

Sebelumnya ia juga meladeni sejumlah pemuda Papua.

“Dari dulu pantau mulu... Emang lucu temannya @VeronicaKoman ini..,” katanya menanggapi cuitan akun Remaja dan Pemuda Papua.

Akun REMAJA & PEMUDA PAPUA @RPPBersuara sebelumnya mencuit bahwa Denny Siregar sudah “diincar” pemuda Papua. 

“Bro?... Orang Papua ada pantau ko! Orang Papua OPM & OPM adalah Papua,” tulisnya.

Ancaman akun tersebut disampaikan setelah Denny Siregar memutuskan unfollow akun yang dianggap pakai label agama. 

“Maaf  @KatolikG gua unfollow lu, udah gak asik bela2 teroris Papua. Apalagi lu pake label agama. Teroris adalah teroris, apapun agamanya..,” tegas Denny.

Peran Veronica Koman

Sementara secara terpisah sebelumnya diberitakan, Pengamat terorisme dan intelijen Ridlwan Habib mengatakan, penetapan teroris kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua perlu mendapat perhatian lebih. 

Ridlwan menilai, terdapat beberapa konsekuensi usai penetapan KKB sebagai teroris. 

Menurut Ridlwan, setiap orang yang mendukung aksi-aksi bersenjata Papua bisa ditangkap oleh tim Densus 88, termasuk para aktivis pro KKB. 

Mereka yang mendukung di media sosial (medsos), seperti Veronica Koman pun masuk ke dalam teroris. 

"Misalnya Veronica Koman, selama ini mendukung KKB di Twitter, bisa ditangkap atas dugaan terorisme," ujar Ridlwan dalam pernyataannya, Jumat (30/4/2021). 

Lebih lanjut, menurut Ridlwan, seluruh anggota KKB Papua nantinya dapat dihukum berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2018. 

Direktur The Indonesia Intelligence Institute itu menerangkan, Polri akan dapat meminta bantuan TNI, bahkan pasukan khusus untuk memberantas terorisme.

Meski demikian, Ridlwan menyarankan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) TNI sebagai payung hukum untuk menangani tindakan terorisme. 

Selain itu, dia menuturkan bahwa agar penyebutan kelompok teroris di Papua dilakukan secara spesifik berdasarkan pimpinan mereka.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Irawan HP