Netral English Netral Mandarin
18:08wib
Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas umum di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran sempat dijadikan sebagai Posko Komando Taktis alias Pos Kotis. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
Dibully Soal Ngawi, Ferdinand Balas: Imam Chat Mesum Dipuja-puja, Dasar Qadrun

Selasa, 27-April-2021 05:38

Ferdinand  Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nama eks politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean ramai diperbincangkan netizen gara-gara komentarnya soal aktivitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. 

Awalnya, Anies Baswedan di akun Twitternya menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta menggandeng Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk kerja sama dalam hal ketahanan pangan.

"Alhamdulillah, Pemprov DKI Jakarta - BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya menggandeng @PemkabNgawi melalui Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi untuk kerja sama ketahanan pangan," tulis Anies, Minggu (25/4/2021).

Cuitan Anies itu ramai dikomentari netizen, hingga salah satu netizen me-mention Ferdinand untuk meminta pendapatnya soal tweet Anies.

"Ini tidak kelewatan kah lae @FerdinandHaean3 sampai lompat ke daerah lain?" tulis @affandiasry.

Pertanyaan netizen itu ditanggapi oleh Ferdinand. Ia menyebut bahwa kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi merupakan langkah yang bagus untuk mengamankan pasokan pangan di Jakarta.

Menurut Ferdinand, warga Jakarta mesti berterima kasih kepada Provinsi Jawa Tengah yang mampu berkembang pesat memghasilkan beras untuk dipasok ke luar daerah. Di akhir cuitannya, Ferdinand menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Tidak (kelewatan), bagus itu. Mereka memang harus amankan pasokan beras untuk Jakarta. Dan penduduk Jakarta layak berterimakasih kepada Propinsi Jawa Tengah yang mampu berkembang pesat menghasilkan beras untuk suplay keluar daerah. Terimakasih mas @ganjarpranowo atas kinerja baiknya," kata @FerdinandHaean3.

Gara-gara tweet itu, Ferdinand dianggap tidak mengetahui letak Kabupaten Ngawi. Pasalnya, daerah yang bekerja sama dengan Pemprov DKI adalah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang dipimipin Gubernur Khofifah Indar Parawansa, namun Ferdinand justru berterima kasih ke Jawa Tengah dan Gubernur Ganjar. 

Alhasil, ia jadi bahan pergunjingan netizen. Bahkan, anggota Jaringan Aktivis ProDEM Adamsyah Wahab (Don Adam), mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu hingga loyalis Anies, Geisz Chalifah juga ikut menyindir Ferdinand melalui akun Twitter mereka.

"Dasar kagak pernah tamat SMA ya kayak gini. Ngawi sudah masuk Jawa Tengah. Hahahahahaha…Dobol dobol....," tulis Don Adam.

"Ah dia salah, Ngawi kan SulSel. Pokoknya yang ada padi adalah Sulsel. No debat," sentil Said Didu.

"Kebodohan dipamerkan berjiliid-jilid. Baru di jaman ini ada orang bangga dengan kedongoannya. Bacot gede referensi ga punya. OD (otak dikit) Lu Diformalin?" sindir Geisz Chalifah, Senin (26/4/2021).

Menanggapi bullyan terhadap dirinya, Ferdinand balik menyindir dengan menyebut jika pihak-pihak yang mengejeknya adalah pemuja 'imam chat mesum'.

"Imam chat mesum sama janda aja masih dipuja-puja, tapi dayanya dan upayanya membully orang yang salah nyebut nama kota, kaum mereka itu luar biasa. Itupun tidak salah, hanya karena malas baca dari seri cuitan. Dasar qadrun (emoji tertawa)," cuit @FerdinandHaean3. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli