Netral English Netral Mandarin
05:02wib
Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas umum di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran sempat dijadikan sebagai Posko Komando Taktis alias Pos Kotis. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
Eks Jubir KPK: Koruptor Tidak Punya Wawasan Kebangsaan, Bukan Pemburu Koruptor

Rabu, 05-Mei-2021 10:40

Ilustrasi KPK
Foto : Istimewa
Ilustrasi KPK
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menilai kalau wawasan kebangsaan itu adalah koruptor. Namun, melawan koruptor malah disingkirkan.

"Yang tidak berwawasan kebangsaan itu ya koruptor, bukan pemburu koruptor. Negeri ini dieksploitasi. Dihisap. Hak rakyat dicuri. Wawasan kebangsaan spt apa yg dimiliki koruptor? Tapi mereka yg teguh melawan korupsi justru disingkirkan dengan alasan tidak lulus tes wawasan kebangsaan?," tulisnya seperti dilansir Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Febri pun mengungkapkan ada pihak-pihak serta tim pendengung atau buzzer yang menghembuskan isu dengan narasi yang sama yaitu taliban dan radikal.

"Bahkan ada tim penyidik yg dulu pernah menangkap Setya Novanto, Ketua DPR RI dalam kasus E-KTP. Lebih konyol lagi, mereka distempel Taliban dan Radikal. Narasi yang juga dgunakan untuk menyerang lawan-lawan politik dan melegitimasi proses Revisi UU KPK. Oleh orang2 dan robot yg sama," tulisnya lagi.

Febri menegaskan kepada para pihak buat melihat kondisi terkini KPK. Sejak proses pemilihan ketua hingga revisi Undang-undang KPK menimbulkan kontroversi yang ada.

"Saya juga melihat sejumlah kalangan yg berpikir juga pernah terjebak dengan isu konyol tersebut. Sehingga diam-diataupun terbuka mendukung revisi UU KPK. Sekarang lihatlah, bagaimana kondisi KPK pasca revisi dan kinerja KPK dari proses pemilihan Pimpinan KPK yg kontroversial," tulisnya. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Wahyu Praditya P