Netral English Netral Mandarin
17:58wib
Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas umum di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran sempat dijadikan sebagai Posko Komando Taktis alias Pos Kotis. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
Halo Pengusaha UKM, Inilah Produk yang Dinanti Mancanegara

Rabu, 05-Mei-2021 13:20

Produk UKM berkualitas bisa dijadikan ekspor ke mancanegara.
Foto : Kemenparekraf
Produk UKM berkualitas bisa dijadikan ekspor ke mancanegara.
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Perdagangan terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan penetrasi pasar produk-produk usaha kecil dan menengah (UKM) guna mendorong kinerja ekspor nasional.

Untuk itu, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) menggelar kegiatan “Promosi Ekspor Melalui Platform Digital Indonesia".

"Promosi ekspor melalui platformdigital perlu dioptimalkan untuk meningkatkan penetrasi pasar produk-produk UKM Indonesia di pasar global, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Kami telah menjajaki peluang ini dengan beberapa lokapasar Indonesia, salah satunya denganGoorita.com yangkami nilai sudah cukup siap untuk membantu produk UKM Indonesia untuk Go International,"kata Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Nasional Marolop Nainggolan, dalam siaran persnya, Selasa, (5/5/2021).

Acara ini menghadirkan 10 pelaku UKMterpilih yang berkesempatkan memperkenalkan produk-produknya kepada para pesertayang terdiri atas perwakilan perdagangan serta diaspora Indonesia dari 10 negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Australia, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea, Tiongkok, Taiwan, dan Hongkong. Para pelaku UKM tersebut juga mengirimkan produk sampel kepada para peserta. Selain itu, di acara ituterjadi pembelian langsung produk-produk UKM oleh diaspora.

Marolop menjelaskan, untuk produk makanan, ekspor melalui internasional mail dapat dimasukkan ke dalam katergori makanan buatan rumah (home-made food). Namun, produk ini harus diproduksi oleh UKM dan dikirimkan langsung ke pembeli dalam jumlah kecil (personal use).

Dengan cara ini, beberapa aturan dikecualikan sehingga dapatdilakukan UKM untuk memperkuat penjenamaan (branding)sekaligus merupakan upaya intelejensi pasar untuk mengetahui preferensi pembeli di negara tujuan.Namun, untuk memasuki pasar negara tujuan produk UKM, lanjut Marolop, Indonesia harus memenuhi regulasi pasar.

Untuk itu, Kemendag tetap melakukan edukasi terkait peraturanyang berlaku di negara tujuan.

Sehingga promosibisnis ke konsumen (business to consumer/B2C) ini dapat meningkat ke skala bisnis ke bisnis (business to business/B2B) setelah syarat-syarat dipenuhi.

“Untuk produk makanan dan minuman misalnya, kebanyakan negara tujuan ekspor mensyaratkan informasi nilai nutrisi (nutrition facts) pada kemasan, bahkan mengharuskan informasi ini dalam bahasa negara tersebut,” terang Marolop.

Marolop berharap, pelaku UKM Indonesia memiliki keinginan yang kuat untuk dapat menembus pasar ekspor. “Untuk itu, para pelaku UKM harus terus meningkatkan pengetahuannya mengenai informasi pasar tujuan ekspor serta regulasi yang berlaku di negara tersebut dari berbagai sumberyang kini semakin mudah diakses,” imbuh Marolop.

Diaspora Indonesia yang tersebar di banyak negara juga menjadi peluang untuk memperluas pasar produk Indonesia dengan memanfaatkanplatform digital.

"Diaspora Indonesia merupakan duta besar dalam promosi produk dan jasa Indonesia di luar negeri. Peran kuat diaspora akan sangat membantu peningkatan ekspor sekaligus pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkas Marolop  

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P