Netral English Netral Mandarin
21:37 wib
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan vaksinasi COVID-19 kedua kalinya masih dengan vaksin Sinovac yang dilaksanakan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (27/1/2021). Komjen Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Pelantikan ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.
Mengembalikan Sosok Sarinah, Ia Mengajarkan Cinta Ibu dan Rakyat Kecil

Minggu, 17-January-2021 10:44

Mengembalikan Sosok Sarinah, Ia mengajarkan Cinta Ibu dan Rakyat Kecil
Foto : Istimewa
Mengembalikan Sosok Sarinah, Ia mengajarkan Cinta Ibu dan Rakyat Kecil
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Siapakah sosok Sarinah yang menginspirasi Soekarno dan menjadi nama gedung pusat perbelanjaan sekaligus cagar budaya di DKI Jakarta?

Menulil biografi Bung Karno yang ditulis Cindy Adams, "Sarinah adalah bagian dari rumah tangga kami. Tidak menikah, dia kami anggap sebagai anggota keluarga.  Dia tidur dengan kami, tinggal bersama kami, memakan apa yang kami makan, tetapi dia tidak mendapat gaji sepeserpun."

"Dialah yang mengajarku mengenal kasih sayang. Sarinah mengajarku untuk mencintai rakyat. Rakyat Kecil. Selagi dia  memasak di gubuk kecil dekat rumah, aku duduk di sampingnya dan dia memberi nasihat, "Karno,  di atas segalanya engkau harus mencintai ibumu. Tapi berikutnya engkau harus mencintai rakyat kecil. Engkau harus mencintai umat manusia.

"Sarinah adalah satu nama biasa. Tetapi Sarinah yang ini bukanlah wanita biasa. Dia orang yang paling besar pengaruhnya dalam hidupku".

Kini, Sarinah serupa dengan pusat perbelanjaan modern lainnya dengan konsep square yang menjadi kawasan mewah bagi rakyat jelata. Entah apa yang akan dikatakan Soekarno melihatnya kini.

Renovasi Gedung Sarinah

Menteri BUMN Erick Thohir pada Jumat ini melihat langsung progres pemugaran Gedung Sarinah, Jakarta, dalam rangka transformasi bisnis perseroan tersebut.

Dalam kunjungannya, Menteri Erick mengagumi mahakarya relief tersebut dan meminta  karya ini direstorasi sedapat-dapatnya kembali seperti sediakala. Saat Sarinah kembali dibuka, relief ini juga dapat dipamerkan kepada publik.

"Bangsa besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya," tutur Erick dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (16/1/21).

Dalam kunjungannya, Menteri BUMN didampingi Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Agung Budi Waskito dan Kurator Galeri Nasional Indonesia Asikin Hasan.

Fetty menjelaskan bahwa proses pemugaran Gedung Sarinah secara prinsip masih on track dan on schedule walau di tengah pandemi Covid-19.

Pekerjaan renovasi secara progresif dapat dilaksanakan asal dengan protokol kesehatan yang ketat karena sektor konstruksi termasuk yang mendapat izin untuk beroperasi secara penuh.

"Sarinah sebagai gedung dengan predikat cagar budaya juga memiliki sebuah karya seni rupa patung relief," kata Fetty.

Relief ini melambangkan kegiatan ekonomi rakyat jelata yang pada saat itu bertumpu pada hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan kerajinan.

Selaku Proklamator dan Presiden pertama Indonesia, Bung Karno ialah seorang seniman yang mencetuskan pembuatan karya seni ini. Keberpihakannya pada ekonomi kerakyatan sudah merupakan semangat para pendiri bangsa ini.

Menurut Asikin, yang juga Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), karya seni ini ukurannya sangat epik serta gigantik. Bahkan, pada saat dibuat sudah menggunakan teknologi pengecoran panel tunggal modern.

Demikian pula saat Sarinah dibangun sebagai perwujudan modernisasi yang pada masanya disebut mercusuar kebangkitan ekonomi bangsa yang unggul serta berpihak pada ekonomi rakyat atau pada saat ini dikenal sebagai UMKM.

Relief ini juga terus mengingatkan amanah Sarinah untuk membesarkan mereka. Pada tahun 80-an, Sarinah pernah terbakar dan mengalami pelebaran koridor pengunjung. Relief ini dipindahkan dan disimpan di lantai dasar.

Berkenaan dengan transformasi dan renovasi Gedung Sarinah, maka relief ini akan direstorasi dan dipamerkan saat pemugaran usai dan Sarinah beroperasi kembali.

Relief ini, menurut catatan beberapa ahli sejarah dan seni rupa nasional, dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta pada masa konstruksi (1962-1966) yang menampilkan para penjaja dan pelapak yang melambangkan perjuangan rakyat kecil mencari nafkah.

Adapun terkait arsitek atau desainer patung ini masih ditelusuri oleh TACB, demikian juga cetak birunya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto