Netral English Netral Mandarin
banner paskah
21:00wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Bikin Heboh Lagi, PA: Namaku Abu Janda, Dibenci karena Vokal Menentang Intoleransi...

Rabu, 27-January-2021 12:58

Jadi Trending, Permadi sebut Namaku Abu Janda, Dibenci karena Vokal Menentang Intoleransi...
Foto : Istimewa
Jadi Trending, Permadi sebut Namaku Abu Janda, Dibenci karena Vokal Menentang Intoleransi...
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Abu Janda alias Permadi Arya bikin heboh lagi usai dibombardir kritik sejumlah tokoh karena pernyataan-pernyataannya yang kontroversial.

Rabu (27/1/21) ia malam membuat parodi.

"Karena Abu Janda trending nasional, saya persembahkan lagu. NAMAKU ABU JANDA, Parodi Lagu Radja - RIF," katanya sambil mengunggah video parodinya.

"Aku dibenci karna aku vokal menentang intoleransi mereka, Aku dimusuhi karena aku lantang lawan radikalisme kawannya, Mereka ingin aku ditangkap karna bongkar kasus pemaksaan jilbab...," kata Abu.

Semenentara sebelumnya, pernyataan Abu Janda berulang kali dikritik Tengku Zulkarnain. Kali ini ia menuntut agar Abu Janda diiproses secara hukum oleh kepolisian. Ia pun mengutip pernyataan DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

"Ketua DPP KNPI, Haris Pertama Tantang Polisi Tangkap Abu Janda... Nah, apalagi pak Polisi? Kapolri baru...? Monggo @DlVHUMASPOLRI. Ditunggu hukum tajam ke samping. Kalau ke atas masih beraaat...! #TangkapAbuJanda," kata Zul.

Sementara sebelumnya diberitakan, DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menantang pihak kepolisian untuk bertindak tegas terhadap Permadi Arya yang dinilai telah melakukan rasisme kepada mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

Bahkan, pria yang kerap disapa Abu Janda merupakan orang yang pertamakali melakukan pernyataan rasis sebelum disusul oleh kelompok pendukung Jokowi lainnya.

“Kami yakin polisi akan menindak tegas Abu Janda karena ini bertentangan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika,” kata Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama dalam keterangan persnya, Selasa, 26 Januari 2021.

Haris menilai pernyataan Abu Janda tidak mencerminkan prinsip kebhinnekaan dan tak menghargai perbedaan suku, agama ras dan antargolongan.

“Polri sebagai aparat penegak hukum jangan ragu untuk melakukan penegakan hukum terhadap kasus ini secara cepat dan tegas,” ujarnya.

Sebelumnya, Abu Janda di akun Twitter-nya @permadiaktivis1 mengejek Natalius Pigai dengan sebutan evolusi. “Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? sudah selesai evolusi belom kau?” ungkap Permadi.

Cuitan Abu Janda ini merespon pernyataan Pigai mengenai sosok Mantan Kepala BIN AM Hendropiyono. Abu Janda membandingkan sosok Pigai dan Hendropiyono.

Abu Janda menyebut rekam jejak Hendropriyono tidak perlu dilakukan lagi karena dinilai sudah melakukan banyak hal baik bagi negara.

“Kapasitas Jend. Hendropriyono: Mantan Kepala BIN, Mantan Direktur BAIS, Mantan Menteri Transmigrasi, Profesor Ilmu Filsafat Intelijen, Berjasa di berbagai operasi militer,” ujar Abu Janda.

Namun, dilihat VIVA, cuitan Abu Janda pada Sabtu, 2 Januari 2021 tersebut sudah tak ada lagi di akun twitter Abu Janda.

Haris sangat menyayangkan pernyataan rasis yang dilontarkan oleh sekelompok orang yang kerap menggaungkan Pancasila.

“Meski berbeda dukungan politik. Tidak pantas melontarkan kata-kata rasis. Orang semacam Abu Janda harus segera ditangkap. Ini juga merusak citra pemerintah Jokowi,” tegasnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto