Netral English Netral Mandarin
15:58 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Sindir Ribka PDIP, DS: Udah Ada yang Manggil Ukhti Ribka, dr Anak PKI Jadi Sobat Seiman

Kamis, 14-January-2021 09:40

Ribka PDIP Tolak Vaksin, Denny sebut Udah Ada yang Manggil Ukhti Ribka, dr Aanak PKI Jadi Sobat Seiman
Foto : Istimewa
Ribka PDIP Tolak Vaksin, Denny sebut Udah Ada yang Manggil Ukhti Ribka, dr Aanak PKI Jadi Sobat Seiman
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PDIP, Ribka Tjiptaning menolak vaksinasi. Sikapnya hingga hari ini, Kamis (14/1/21) masih menjadi sorotan warganet.

Pegiat media sosial Denny Siregar mencuit di akun Twitternya menyindir Ribka, katanya: "Udah ada yang manggil ukhti Ribka.. Cepat banget perubahan dr "anak PKI" jadi "sobat seiman."

Sebelumnya Denny juga mengatakan: "Kadrun bingung. Mereka gak mau di vaksin, Ribka Ciptaning yang mereka bilang anak PKI juga sama2 gak mau.. Padahal kadrun punya prinsip, "Janganlah kamu meniru suatu kaum..."



"Ohh jadi si ibu anggota DPR yg gak mau divaksin itu ada dendam pribadi karena gak dipilih2 jadi Menkes?" kata Denny.

Sementara sebelumnbya diberitakan, Anggota DPR Komisi IX dari PDIP Ribka Tjiptaning mengaku ditegur oleh fraksinya lantaran menolak vaksin virus corona (Covid-19). Namun, menurutnya teguran itu merupakan konsekuensi yang harus diterimanya demi memperjuangkan keamanan rakyat.

"Saya sampai ditegur partai saya, tidak tahu laporan siapa, tapi itu konsekuensi logis," ujarnya dalam rapat kerja Komisi IX bersama Menteri Kesehatan, Kepala BPOM, dan Direktur Utama PT Biofarma (Persero), Rabu (13/1).

Ribka menekankan bahwa dirinya dipilih oleh masyarakat lewat Pemilu. Oleh karena itu, dia juga ingin memastikan keamanan masyarakat yang akan diberi vaksin virus corona.

"Ini keamanan untuk rakyat, waktu rakyat memilih saya tidak ragu, jadi saya bicara tidak ragu yang mengenai kebenaran," ucapnya.

Ia pun kembali mengungkapkan alasannya menolak mengikuti program vaksinasi. Dia masih meragukan kejelasan dari efektivitas vaksin tersebut.

Dia berkaca dari pengalaman pemberian sejumlah vaksin lainnya, yang justru membuat orang lumpuh hingga meninggal dunia. Misalnya, vaksin anti polio membuat sejumlah orang lumpuh di Sukabumi dan vaksin anti kaki gajah di Majalaya menyebabkan 12 orang meninggal dunia.

"Kenapa saya menolak divaksin? Karena belum jelas begitu. Dan saya mengalami waktu menjadi ketua komisi itu 2 kali, masalah vaksin yang saya anggap bermasalah, kalau gagal tidak sampai disitu tapi bermasalah," tuturnya.

Tak hanya itu, Ribka mengaku disentil oleh sejawatnya dalam grup WhatsApp karena menolak vaksin Covid-19. Sedangkan, sejumlah politisi PDIP lainnya mengaku siap mengikuti vaksinasi Covid-19.

"Saya diledekin di-WhatsApp saya itu PDI Perjuangan, nyinyir semua saya siap divaksin, siap divaksin, menyindir saya karena saya kan tidak mau divaksin," ucap Ribka.

Saya bilang pasti milih yang Rp2 juta toh, anggota DPR pasti pilih yang mahal, kalau yang mahal pasti safety, kalau murah pasti untuk rakyat miskin kebiasaannya begitu," sambungnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto