Netral English Netral Mandarin
22:36wib
Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas umum di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran sempat dijadikan sebagai Posko Komando Taktis alias Pos Kotis. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
Selama Ustaz Dianggap Identik Islam Tak Boleh Dikritik, Gus Sahal: Selama Itu Pula Umat Islam Gampang Dimanipulasi

Selasa, 04-Mei-2021 15:10

Akhmad Sahal
Foto : Istimewa
Akhmad Sahal
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menanggapi situasi Indonesia akhir-akhir ini di mana ada fenomena seolah apapun yang diucapkan oleh ustaz ataupun orang yang dianggap ulama seolah identik dengan “ISLAM” maka bisa membuat situasi masyarakat Indonesia mudah dimanipulasi. 

Mungkin salah satu contoh yang berdampak buruk adalah ustaz sebar hoaks babi negepet, ustaz larang sholat pakai masker, ustaz ajak investasi namun terbukti investasi bodong, dan lain-lain. 

Meski tak ada kaitannya dengan contoh tersebut, ada cuitan menarik disampaikan oleh Akhmad Sahal atau Gus Sahal baru-baru ini. Ia membuat semacam catatan otokritik.

“Selama ustad/ ulama dianggap identik dgn Islam yg ga boleh  dipertanyakan dan dikritik  (yg ngritik mrk langsung dituduh anti Islam), selama itu pula umat Islam gampang dimanipulasi,” kata Gus Sahal dinukil NNC, Selasa 4 Mei 2021.

Pernyataannya sempat ditanggapi akun Janos @BukanTanos yang mengatakan: “Seburuk-buruknya Ustad,sebaik-baiknya Umat. Prinsip ini sudah berlaku puluhan tahun di Indonesia.  Cara meluruskannya piye,om??”

Akhmad Sahal pun membalas: “Ini juga narasi yg mengelabui umat. Solusinya jangka panjang, ga bisa instan. yakni memperkuat literasi keagamaan: mengembangkan sikap kritis dan akal sehat dlm beragama.”

Masih banyak warganet lainnya memberikan tanggapan. Berikut di antaranya:

Iswandanil: “Klalau melihat ijtima ulama modelnya kaya pilpres kemarin.. maka dpt disimpulkan banyak distorsi ajaran agama islam umumnya saat ini yg sumbernya dari hasil ijtima ulama.”

Syamsuri jaseng: “Ada yang salah dalam pola pendidikan di negaraku dari usia dini sudah dapat doktrin intoleran, belum lagi media juga ikut memberi ruang dan waktu kepada ustadz2 radikal tampil bahkan jadi nara sumber.”

Ajib: “Tapi yg seperti itu cuma terjadi di jakarta dan sebagian kota kota besar lain. wong ndeso tetep ra ngurus,,, losss doll. kui ustad2 arep mangap mangap nganti abape Defisit yo terserah. wong ndeso tetep nderek Yai. indonesia Aman.”

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli