Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:21wib
Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas umum di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran sempat dijadikan sebagai Posko Komando Taktis alias Pos Kotis. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
Soal Dinar dan Dirham, Tengku Zulkarnain ke Eko Kuntadhi: Dikit−dikit Khilafah, Mabok?

Kamis, 04-Februari-2021 10:05

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
Foto : Istimewa
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Baru-baru ini tengah hangat diperbincangkan soal Pasar Muamalah di Depok, Jawa Barat. Di pasar tersebut ada aktivitas transaksi menggunakan koin dinar dan ada pula lokasi untuk menukar rupiah dengan koin dinar atau dirham.

Mengetahui hal ini, Mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain turut memberikan komentar. Dia menilai, apabila dinar dan dirham bukan alat tukar yang sah, maka kartu tol, kartu tol, dan lain─lain bukan merupakan alat tukar yang sah juga.

“Kepada thy @bank₋Indonesia jika dinar dan dirham bkn alat tukar, paakah kartu tol, kartu parkir, dll itu bukan alat tukar? Kan juga bukan alat tukar yg sah,” tegas dia, dikutip dari cuitannya, Kamis (4/2/2021).

Menurutnya, dalam prinsip muamalat, jual─beli sah dilakukan dengan sistem barter, tukar barang atau tukar dengan emas, perak. Maka dari itu Tengku Zulkarnain meminta pihak BI memberikan jalan keluar.

Di sisi lain, Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi memperikan tanggapan atas pernyataan Tengku Zulkarnain. Dia tegaskan bahwa alat tukar yang sah adalah rupiah, sehingga dinar, emas, bukanlah alat tukar sah di Indonesia.

“HTI sih, dalam UUD−nya memang menggunakan dinar sebagai mata uang. Tp ini Indnesia, bukan bangsa khilafah,” tegas Eko pada Tengku Zulkarnain.

Tidak tinggal diam, Tengku Zulkarnain mempertanyakan apakah Eko belum pernah umroh atau haji. Pasalnya saat umroh dan haji, orang boleh berbelanja dengan Rupiah, Dollar, Ringgit dan lain─lain, tanpa harus menukarkannya terlebih dahulu ke dalam Mata Uang Riyal.

“Makannya mainmu jauh sedikit. Biar wawasanmu agak lebar. Dikit dikit Khilafah. Mabok?,” tegas Tengku Zulkarnain pada Eko.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati