Netral English Netral Mandarin
15:43 wib
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan untuk memberhentikan Arief Budiman dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas kasus pemberhentian Komisioner KPU Evi Novida Jaksa Pinangki Sirna Malasari dituntut empat tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan.
Syekh Ali Jaber Meninggal akibat Corona, Peringatan Abu Janda: Orangnya Tinggi Besar, Kena Covid Tidak Selamat

Kamis, 14-January-2021 12:52

Pegiat Media Sosial Permadi Arya
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Permadi Arya
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Permadi Arya atau yang akrab disapa Abu Janda menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pendakwah kondang Syekh Ali Jaber.

Menurutnya secara fisik, Syekh Ali Jaber terlihat sehat. Usia yang masih muda, dengan perawakan tinggi besar tak mempengaruhi orang terpapar Covid-19.

Ia pun meminta masyarakat untuk tidak meremehkan virus Corona dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.



"innalillahi wa innalillahi rojiun.. Syekh Ali Jaber meninggal di usia 44 tahun (masih muda), sehat, orangnya tinggi besar, kena covid tidak selamat," kata Abu Janda dalam akun Twitternya, @permadiaktivis1.

"cerminan buat yang masih suka anggap remeh corona.. pakai maskermu, jaga jarak. Al fatihah Syekh Ali Jaber," lanjutnya.

Syekh Ali Jaber dinyatakan postif COVID-19 sejak akhir Desember 2020. Sempat melakukan isolasi mandiri tapi karena kondisi sesak akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Di awal perawatan, Syekh Ali Jaber sempat merekam sebuah video mengabarkan kondisinya dan meminta kepada masyarakat agar didoakan segera sembuh.

Namun selang beberapa hari kemudian, kondisinya menurun dan harus masuk ICU untuk dipasang ventilator.

Setelah mendapat perawatan, dikabarkan kondisi membaik dan ventilator akan dicabut. Namun takdir berkata lain, Syekh Ali Jaber meninggal dunia pagi ini.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli